Monday, February 20, 2012

APA YANG KITA CARI

Kemarin saya bertemu teman lama,sudah lama tak jua. Dia telah sukses,jadi seorang pengusaha. Jauh-jauh dari seberang sana ingin mengajak saya makan sambal goreng,ikan asin beserta lalab. 'Emang saya secara materi telah sukses,pendapatan saya milyaran,tetapi hidup saya belum bahagia,tiap detik selalu tercurah pada bisnis saya,masalah kompotiterlah,persaingan bisnislah,yang ada dalam hidup saya adalah bisnis,uang dan gimana memajukan usaha saya,makanya saya jauh-jauh terbang ke sini,ingin makan nikmat,rehat dari kehidupan saya barang sebentar saja,saya ingin tenang,dan ternyata hidup saya berlimpahan materi tidak menjamin hidup bahagia,selalu ada pikiran was-was' dia mencurahkan isi hatinya. Sahabatku apa yang saya perkirakan kepada teman saya ternyata meleset 360 derajat,saya berprasangka dengan limpahan harta dapat menjamin hidup bahagia,dan itulah fenomena kehidupan ini. Kadang kita melihat sesorang dari luarnya saja,kurang mensyukuri apa yang telah Tuhan limpahkan kepada kita,selalu bersuudhon kepadaNya. Padahal Dia telah berjanji'barang siap yang bersyukur,niscaya akan Aku tambahkan nikmatku". Kuncinya adalah berhusnudhon,berbaik sangka kepadaNya,apa yang telah dilimpahkanNya adalah yang terbaik,dan itu ada dalam qolbu kita. Jangan pernah kita bersuudzon,karena akan membuat kita makin tersiksa,dan kita diajarkan'kalau dalam harta kita harus melihat kebawah,dan sebaliknya kalau dalm masalah amal kebajikan kita harus melihat keatas'. Peliharlah jiwa kita untuk selalu bersyukur,karena akan bertambah nikmat yang Tuhan limpahkan pada kita.Itulah indikator kita telah memetik apa yang dinamakan kebahagian. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua

No comments:

Post a Comment